Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.( Ordway Tead - 1929)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. (Rauch & Behling - 1984)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi. (Katz & Kahn - 1978)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal). (Hemhill & Coon - 1995)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. (William G.Scott - 1962)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya. Stephen J.Carrol & (Henry L.Tosj - 1977)
Tipologi Kepemimpinan
Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).
1. Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5. Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. Namun, karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal, alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Pemimpin memiliki tugas menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompok.
Dari keinginan itu dapat dipetik keinginan realistis yang dapat dicapai. Selanjutnya, pemimpin harus meyakinkan kelompok mengenai apa yang menjadi keinginan realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan. Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanakannya. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses dimana seseorang mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran, perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain.
Untuk keberhasilan dalam pencapaian sutu tujuan diperlukan seorang pemimpin yang profesional, dimana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin.
Disamping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Menurut Hadari (2003;70) menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam kepemimpinan adalah
1. Adanya seseorang yang berfungsi memimpin, yang disebut pemimpin (leader).
2. Adanya orang lain yang dipimpin
3. Adanya kegiatan yang menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi dan pengarahkan perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya
4. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan berlangsung dalam suatu proses di dalam organisasi, baik organisasi besar maupun kecil.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu :
• Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya • Kematangan dan keluasan sosial(Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang
• Motivasi dalam dan dorongan prestasi(Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan
• Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.
Implikasi manajerial Kepemimpinan dalam organisasi
Teori Managerial Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teorimanagerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Implikasi Terhadap Sistem Komunikasi Organisasi
Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.
Menurut Blake dan Mouton, gaya kepemimpinan team merupakan gaya kepemimpinan yang paling disukai. Kepemimpinan gaya ini berdasarkan integrasi dari dua kepentingan yaitu pekerjaan dan manusia. Pada umumnya, kepemimpinan gaya team berasumsi bahwa orang akan menghasilkan sesuatu apabila mereka memperoleh kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berarti. Selain itu, dalam kepemimpinan gaya team terdapat kesepkatan untuk melibatkan anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dengan maksud mempergunakan kemampuan mereka untuk memperoleh hasil yang terbaik yang mungkin dapat dicapai.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
1. Pengertian Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Mengambil keputusan kadang-kadang mudah tetapi lebih sering sulit sekali. Kemudahan atau kesulitan mengambil keputusan tergantung pada banyaknya alternatif yang tersedia. Semakin banyak alternatif yang tersedia, kita akan semakin sulit dalam mengambil keputusan. Keputusan yang diambil memiliki tinkat yang berbeda-beda. Ada keputusan yang tidak terlalu berpengaruh terhadap organisasi, tetapi ada keputusan yang dapat menentukan kelangsungan hidup organisasi. Oleh karena itu, hendaknya mengambil keputusan dengan hati-hati dan bijaksana.
2. Jenis-Jenis Keputusan
Jenis Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut. Bagian mana organisasi harus dilibatkan dalam mengambil keputusan, dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar keputusan digolongkan ke dalam keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin. Keputusan rutin adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. Keputusan tidak rutin adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, ada dua metode yang digunakan. Metode pertama adalah metode tradisional, dimana pengambilan keputusan lebih berdasarkan pada intuisi dan kebiasaan. Metode yang kedua adalah metode modern, dimana pengambilan keputusan didasarkan pada perhitungan matematis dan penggunaan instrumen yang bersifat modern, seperti komputer dan perhitungan statistik.
Pengambilan keputusan berdasrkan metode ada 2, yaitu tradisional dan modern. Pengambilan keputusan secara garis besar ada 2, yaitu rutin dan tidak rutin.
3. Tingkat Pengambilan Keputusan
Banyak jenis keputusan yang berbeda harus dibuat dalam organisasi. Seperti bagaimana membuat suatu produk, bagaimana memelihara mesin, bagaimana menjamin kualitas produk dan bagaimana membentuk
hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan.
Dengan keputusan yang berbeda ini, beberapa tipe dasar pemikiran harus dikembangkan untuk menetapkan siapa saja yang memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan dalam organisasi.
Keputusan yang diambil mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap organisasi secara umum, tetapi
bisa saja sebaliknya. Semakin banyak pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi tersebut, semakin vital keputusan tersebut. Tingkatan pada manajemen menuntuk pada manajemen tingkat bawah, menengah, dan atas. Dasar pemikiran untuk menentukan siapa yang akan mengambil keputusan adalah semakin besar pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi (yang artinya semakin vital keputusan tersebut) maka semakin tinggi tingkatan manajer yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan tersebut.
Walaupun seseorang wirausahawan memiliki tanggung jawab dalam pembuatan keputusan tertentu, tidak berarti ketika mengambil keputusan tidak membutuhkan bantuan orang lain, terutama anggota organisasinya.
Ada sebuah cara yang disebut “konsensus” yang biasa digunakan wirausahawan untuk mendorong anggota organisasi terlibat dalam pengambilan keputusan tertentu. Konsensus adalah persetujuan dalam pengambilan keputusan oleh semua individu yang terlibat didalamnya. Konsensus biasanya terjadi setelah pertimbangan dan pembahasan mendalam yang lama oleh anggota-anggota dari kelompok yang mengambil keputusan.
Keputusan melalui konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan.
Kelebihannya : Seorang wirausaha dapat lebih memanfaatkan perhatian pada konsep, sementara anggota organisasi lainnya mengembangkan konsep dasar tersebut menjadi sebuah keputusan konkrit dan dapat diambil.
Kekurangannya : terlalu banyak orang yang dilibatkan, amak pengambilan keputusan memakan waktu yang relatif lama dan biayanya yang relatif mahal.
4. Proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
Melaksanakan alternatif tersebut
Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.
NORDWAND
Beberapa waktu lalu (tepatnya
tanggal 20 September 2012), saya mendapatkan kesempatan untuk menonton film
produksi Jerman berjudul Nordwand. Dari judulnya, Anda mungkin sudah bisa menebak
kalau film ini berhubungan dengan petualangan.
Ya, benar. Nordwand sendiri dalam bahasa Inggris adalah "North Face" (Wajah Utara), sebutan untuk bagian utara Gunung Eiger yang terletak di Jungfrau, Swiss. Dan seperti para Eigerian ketahui, Gunung Eiger adalah gunung yang menjadi simbol dan inspirasi nama produk tas Eiger.
Dalam sejarah, North Face adalah bagian paling berbahaya dari Gunung Eiger yang hingga hari ini masih sulit sekali untuk ditaklukkan. Sejak tahun 1935 - ketika North Face pertama kali didaki oleh pendaki muda berdarah Jerman asal Bavaria Karl mehringer dan Max Sedlmeyer - hingga hari ini setidaknya sudah ada 64 pendaki yang tewas, sehingga tidak jarang sisi utara Gunung Eiger tersebut disebut juga dengan "The Murderous Wall" (Mordwand).
Film yang saya tonton tersebut merupakan film yang diangkat dari kisah nyata salah satu usaha pendakian Nordwand yang paling fenomenal dan dikenang sepanjang masa yang dilakukan oleh 2 orang Jerman - Andreas Hinterstoisser dan Toni Kurz - pada tahun 1936.
Ya, benar. Nordwand sendiri dalam bahasa Inggris adalah "North Face" (Wajah Utara), sebutan untuk bagian utara Gunung Eiger yang terletak di Jungfrau, Swiss. Dan seperti para Eigerian ketahui, Gunung Eiger adalah gunung yang menjadi simbol dan inspirasi nama produk tas Eiger.
Dalam sejarah, North Face adalah bagian paling berbahaya dari Gunung Eiger yang hingga hari ini masih sulit sekali untuk ditaklukkan. Sejak tahun 1935 - ketika North Face pertama kali didaki oleh pendaki muda berdarah Jerman asal Bavaria Karl mehringer dan Max Sedlmeyer - hingga hari ini setidaknya sudah ada 64 pendaki yang tewas, sehingga tidak jarang sisi utara Gunung Eiger tersebut disebut juga dengan "The Murderous Wall" (Mordwand).
Film yang saya tonton tersebut merupakan film yang diangkat dari kisah nyata salah satu usaha pendakian Nordwand yang paling fenomenal dan dikenang sepanjang masa yang dilakukan oleh 2 orang Jerman - Andreas Hinterstoisser dan Toni Kurz - pada tahun 1936.
Dalam
film berdurasi 127 menit tersebut, diceritakan tentang dua orang sahabat yang
juga prajurit Jerman yang menyukai kegiatan climbing, Mereka adalah Toni Kurz
(diperani Bennoi Furmann) dan Andreas Hinterstoisser (Florian Lukas). Keduanya
terobsesi untuk menaiki bagian Utara Gunung Eiger yang mereka kenal dengan
sebutan Nordwand karena saat itu belum banyak pendaki yang berhasil menaklukkan
bagian tersebut. Selain hobi, mereka memiliki obsesi untuk bisa dikenal sebagai
pahlawan karena - jika berhasil mendaki Nordwand - mereka akan menjadi orang
Jerman pertama yang berhasil menaklukkan Nordwand.
Dengan berbekal foto dan pengalaman mendaki, mereka berdua pun memulai pendakian. Saat pendakian, mereka "dibuntuti" oleh dua orang pendaki asal Austria - Willy Angerer (diperani Simon Schwarz) dan Edi Reiner (Geor Friedrich) - yang juga memiliki obsesi yang sama dan terus mengikuti rute yang diambil Toni dan Andreas.
Ketegangan mulai terjadi mana
kala keempat orang tersebut sudah tiba di tengah-tengah gunung. Udara yang
tidak bersahabat, Edi yang kakinya terluka setelah terjepit bebatuan gunung,
serta peralatan yang sangat minim, menyebabkan satu persatu dari mereka tewas.
Hingga akhirnya Toni menjadi satu-satunya pendaki yang tersisa, setelah
tergantung selama 24 jam serta dihempas badai salju yang luar biasa dasyat.
Ketika akan ditolong, tim penolong tidak membawa tali yang cukup panjang.
Akibatnya Toni tidak bisa diselamatkan dan dia hanya bisa tergantung beberapa
meter saja di atas para penolongnya. Tidak ada orang yang bisa melakukan apapun
selain melihat Toni yang sekarat mati perlahan-lahan.
Film yang disutradarai Phillip Stolzl ini tidak saja indah dan menakjudkan dari segi sinematografi, namun juga kuat dalam cerita (walau ending-nya tidak "happy end", seperti kejadian sebenarnya). Tidak heran film ini meraih banyak penghargaan dalam gelaran German Film Award 2009, yaitu untuk kategori Best Cinematography, Best Sound, Best Production Design, Best Screenplay, dan Best Sound Editing.
Dengan berbekal foto dan pengalaman mendaki, mereka berdua pun memulai pendakian. Saat pendakian, mereka "dibuntuti" oleh dua orang pendaki asal Austria - Willy Angerer (diperani Simon Schwarz) dan Edi Reiner (Geor Friedrich) - yang juga memiliki obsesi yang sama dan terus mengikuti rute yang diambil Toni dan Andreas.
Ketegangan mulai terjadi mana
kala keempat orang tersebut sudah tiba di tengah-tengah gunung. Udara yang
tidak bersahabat, Edi yang kakinya terluka setelah terjepit bebatuan gunung,
serta peralatan yang sangat minim, menyebabkan satu persatu dari mereka tewas.
Hingga akhirnya Toni menjadi satu-satunya pendaki yang tersisa, setelah
tergantung selama 24 jam serta dihempas badai salju yang luar biasa dasyat.
Ketika akan ditolong, tim penolong tidak membawa tali yang cukup panjang.
Akibatnya Toni tidak bisa diselamatkan dan dia hanya bisa tergantung beberapa
meter saja di atas para penolongnya. Tidak ada orang yang bisa melakukan apapun
selain melihat Toni yang sekarat mati perlahan-lahan.Film yang disutradarai Phillip Stolzl ini tidak saja indah dan menakjudkan dari segi sinematografi, namun juga kuat dalam cerita (walau ending-nya tidak "happy end", seperti kejadian sebenarnya). Tidak heran film ini meraih banyak penghargaan dalam gelaran German Film Award 2009, yaitu untuk kategori Best Cinematography, Best Sound, Best Production Design, Best Screenplay, dan Best Sound Editing.
Film
yang didistribusikan di negara lain dengan judul North Face ini
merepresentasikan semangat juang yang pantang menyerah serta semangat pendaki
sejati. Keras. Penuh tantangan. Dan tak kenal lelah. Itulah semangat Eiger.
Saya merasakan semangat yang mendalam itu selama menonton film ini. Semoga Anda
pun merasakan hal yang sama seperti saya.
KONFLIK ORGANISASI ( TUGAS TOU 1 INGGU KE 3 )
KONFLIK
DALAM ORGANISASI
Konflik berasal dari kata
kerja configere yang artinya saling memukul. Dilihat
dari sisi sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua
orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha
menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu. Hal itu
lalu menimbulkan perbedaan yang menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan,
adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Karena ciri-ciri individu dibawa
dalam hal interaksi sosial, konflik merupakan hal yang wajar. Dalam kehidupan
sehari-hari tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar
anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang
bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Definisi
konflik menurut para ahli:
- Nardjana
(1994), konflik adalah akibat situasi dimana keinginan atau
kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain,
sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.
- Killman
dan Thomas (1978), konflik adalah kondisi terjadinya
ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik
yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain.
Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat
tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas
kerja.
- Wood,
Walace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, dan Osborn (1998), yang dimaksud
dengan konflik (dalam ruang lingkup organisasi) yaitu : Conflict
is a situation which two or more people disagree over issues of
organisational substance and/or experience some emotional antagonism with
one another. Yang artinya, konflik adalah suatu situasi
dimana dua atau banyak orang saling tidak setuju terhadap suatu
permasalahan yang menyangkut kepentingan organisasi dan/atau dengan
timbulnya perasaan permusuhan satu dengan yang lainnya.
- Stoner, konflik
organisasi ialah mencakup ketidaksepakatan soal alokasi
sumberdaya yang langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai,
persepsi, atau kepribadian.
- Daniel
Webster, mendefinisikan konflik sebagai:
- Persaingan
atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain.
- Keadaan
atau perilaku yang bertentangan.
- Robbins,
merumuskan konflik sebagai sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja
dilakukan oleh seseorang untuk menghalangi usaha yang dilakukan oleh
orang lain dalam berbagai bentuk hambatan yang menjadikan orang lain
tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai tujuan yang diinginkan
atau merealisasi minatnya.
Lebih
jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap ada oleh pihak-pihak
yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu ada atau tidak
ada, adalah masalah persepsi dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa
ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada. Tentu
saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsi ternyata
tidak riil. Sebaliknya dapat terjadi bahwa ada situasi-situasi yang sebenarnya
dapat dianggap sebagai bernuansa konflik ternyata tidak dianggap sebagai
konflik karena anggota-anggota kelompok tidak menganggapnya sebagai konflik.
Selanjutnya,
setiap konflik dalam organisasi konflik selalu diasosiasikan dengan antara
lain, oposisi (lawan), kelangkaan, dan blokade. Di asumsikan pula bahwa ada dua
pihak atau lebih yang tujuan atau kepentingannya tidak saling menunjang. Kita
semua mengetahui pula bahwa sumber daya dana, daya reputasi, kekuasaan, dan
lain-lain, dalam kehidupan dan dalam organisasi tersedianya terbatas. Setiap
orang, setiap kelompok atau setiap unit dalam organisasi akan berusaha
memperoleh sumber daya tersebut secukupnya dan kelangkaan tersebut akan
mendorong perilaku yang bersifat menghalangi oleh setiap pihak yang punya
kepentingan yang sama. Pihak-pihak tersebut kemudian bertindak sebagai oposisi
terhadap satu sama lain. Bila ini terjadi, maka status dari situasi dapat
disebut berada dalam kondisi konflik.
- Cathy A
Constantino dan Chistina Sickles Merchant, menyatakan bahwa konflik pada
dasarnya adalah sebuah proses mengekspresikan ketidak puasan, ketidak
setujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi. Kedua penulis
tersebut sepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah
proses.
II.B. Jenis dan Sumber Konflik
Jenis
Konflik
- Konflik
antara atau dalam (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam
keluarga atau profesi (konflik peran (role)).
Misalnya
saat seseorang menerima perintah yang berbeda dari dua atasannya. Atasan yang
satu menyatakan harus menjaga jarak antar karyawan supaya kinerja tidak
terganggu, sementara atasan yang lain meminta agar semua karyawan mengutamakan
kerja tim, sehingga ia kesulitan menjalankan perannya.
- Konflik
antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
Misalnya
tawuran yang terjadi antar sma 6 dan 70.
- Konflik
kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
Misalnya
segerombolan pendemo di depan gedung dpr yang mengakibatkan timbulnya tawuran
antar polisi yang bertugas keamanan di sana.
- Konflik
antar satuan nasional (kampanye, perang saudara).
- Konflik
antar atau tidak antar agama.
Misalnya
kita sering mendengar perbedaan pendapat antar kelompok islam fpi dan
muhammadiyah.
- Konflik
antar politik.
Kubu
anas dan kubu sby.
Sumber
Konflik
- Faktor
komunikasi
Misalnya
pegawai lini memiliki wewenang dalam proses pengambilan keputusan sementara
staff lebih pada memberikan rekomendasi atau saran. Sering pegawai lini merasa
lebih penting, sementara staff merasa lebih ahli. Ujung-ujungnya miss
understanding di kalangan pelaku organisasi karena informasi yang diterima
kurang jelas atau bertentangan dengan tujuan yang sebenarnya.
- Faktor
struktur tugas maupun struktur organisasi
Misalnya
dalam hubungan kerja, bagian pemasaran ingin agar produknya cepat laku. Kalau
perlu dijual murah dan dengan cara kredit. Sebaliknya, bagian keuangan
menghendaki pembayaran harus tunai agar posisi keuangan perusahaan tetap
stabil.
- Faktor
yang bersifat personal
Misalnya
di waktu yang sama, seseorang harus membuat pilihan menerima promosi jabatan
yang sudah lama didambakan atau pindah tempat tugas ke tempat lain dengan
iming-iming gaji yang besar.
- Faktor
lingkungan
Misalnya
seseorang yang harus menjual produk dengan harga tinggi, padahal dia sadar
bahwa calon konsumennya membutuhkan keuangan untuk ongkos sekolahnya.
II.C. Strategi Penyelesaian Konflik
- Kompetisi
Penyelesaian
konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain.
Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
- Akomodasi
Penyelesaian
konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan
keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan
tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
- Sharing
Suatu
pendekatan penyelesaian kompromi antara dominasi kelompok dan kelompok lain
untuk berdamai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua
kelompok berpikiran positif, dengan alasan yang tidak lengkap, tetapi
memuaskan.
- Kolaborasi
Bentuk
usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah
pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan
integrasi dari kedua pihak.
- Penghindaran
Menyangkut
ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan
kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.
Terdapat
juga cara bersikap untuk penyelesaian konflik:
- Bersikap
proaktif
Setiap
anggota tim harus turut aktif dalam menyelesaian
konflik secara proaktif.
- Komunikasi
Komunikasi
yang lancar dapat menghindari diri dari kesalahpahaman sehingga lebih
mudah dalam menyelesaikan konflik yang timbul.
- 3. Keterbukaan
Setiap
anggota harus terbuka supaya konflik tidak berlarut-larut dan dapat
diselesaikan dengan baik. Dengan keterbukaan konflik yang terjadi dapat
ditangani sehingga menjadi konflik yang fungsional.
II.D. Teori Motivasi
Motivasi adalah
proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk
mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas,
arah, dan ketekunan. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas
terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak
menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan
dengan arah yang menguntungkan organisasi.
Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa
lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
Berikut
ini adalah 5 teori motivasi menurut para ahli:
- Teori
Motivasi oleh Douglas Mc Gregor (Teori X dan Y)
Douglas
Mc Gregor menemukan teori X dan Y setelah mengkaji cara para manager
berhubungan dengan para karyawan. Ada empat asumsi negatif yang dimiliki oleh
manager dalam teori X, yaitu:
- Karyawan
pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk
menghindarinya.
- Karena
karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dikendalikan atau diancam
dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
- Karyawan
akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal (asumsi ketiga).
- Sebagian
karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan
dan menunjukkan sedikit ambisi.
Bertentangan
dengan pandangan-pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada
empat asumsi positif yang disebutkan dalam teori Y, yaitu:
- Karyawan
menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan seperti halnya istirahat
atau bermain.
- Karyawan
akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
- Karyawan
bersedia belajar untuk menerima, mencari dan bertanggung jawab.
- Karyawan
mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh
populasi dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.
- Teori
Motivasi oleh Abraham Maslow (Teori Hierarki Kebutuhan)
Teori
motivasi yang paling terkenal adalah teori Hirarki Kebutuhan oleh Abraham
Maslow. Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki
dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan
fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan
emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan
persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan
aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri
sendiri).
Maslow
memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa
aman dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial,
penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat atas. Perbedaan
antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa kebutuhan tingkat
atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat rendah secara dominan
dipenuhi secara eksternal. Teori kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas
di antara manajer pelaksana karena teori ini logis secara intuitif. Namun,
penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak memberikan bukti empiris
dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan, teori ini tidak menemukan
pendukung yang kuat.
- Teori
Motivasi oleh David Mc Clelland (Teori Motivasi Kontemporer)
Teori
motivasi kontemporer bukan teori yang dikembangkan baru-baru ini, melainkan
teori yang menggambarkan kondisi pemikiran saat ini dalam menjelaskan motivasi
karyawan. Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan
teman-temannya. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang
didefinisikan sebagai berikut:
- Kebutuhan
pencapaian: Dorongan untuk melebihi, mencapai standar, berusaha keras
untuk berhasil.
- Kebutuhan
kekuatan: Kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian
rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.
- Kebutuhan
hubungan: Keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah
dan akrab.
- Teori
Motivasi oleh Herzberg (Teori Dua Faktor)
Herzberg
memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan
bahwa ketidakpuasan kerja berasal dari ketidakberadaan faktor-faktor
ekstrinsik.
Faktor-faktor
ekstrinsik (konteks pekerjaan) meliputi: (1) Upah, (2) Kondisi kerja, (3)
Keamanan kerja, (4) Status, (5) Prosedur perusahaan, (6) Mutu penyelesaian, (7)
Mutu hubungan interpersonal antar sesama rekan kerja, atasan, dan bawahan.
Keberadaan kondisi-kondisi ini terhadap kepuasan karyawan tidak selalu
memotivasi mereka. Tetapi ketidakberadaannya menyebabkan ketidakpuasan bagi
karyawan, karena mereka perlu mempertahankan setidaknya suatu tingkat “tidak
ada kepuasan”, kondisi ekstrinsik disebut ketidakpuasan, atau faktor hygiene.
Faktor
Intrinsik meliputi: (1) Pencapaian prestasi, (2) Pengakuan, (3) Tanggung jawab,
(4) Kemajuan, (5) Pekerjaan itu sendiri, (6) Kemungkinan berkembang. Tidak
adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas.
Tetapi jika ada, akan membentuk motivasi yang kuat yang menghasilkan prestasi
kerja yang baik. Oleh karena itu, faktor ekstrinsik tersebut disebut sebagai
pemuas atau motivator.
Teori
dua faktor Herzberg mengasumsikan bahwa hanya beberapa ciri pekerjaan dan
karakteristik dapat menghasilkan motivasi. Beberapa karakteristik yang menjadi
fokus manajer akan bisa menghasilkan kondisi kerja yang nyaman, tetapi tidak
memotivasi karyawan. Motivasi ini diukur dengan cara mewawancarai karyawan
untuk menguraikan kejadian pekerjaan yang kritis.
Peng.Org & arts komputer
Hirarki Memori
Ø Karakteristik
Ø Lokasi
o CPU : CPU berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti papan ketik, pemindai, tuas kontrol, maupun tetikus. CPU dikontrol menggunakan sekumpulan instruksi perangkat lunak komputer. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari media penyimpan.
o Internal (main) : memory yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor. Dalam hal ini yang disimpan di dalam memori utama dapat berupa data atau program.
o External ( secondary ) : memori tambahan yang berfungsi untuk menyimpan data atau program. Dengan kata lain memory ini termasuk perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan dan penyimpanan data, di luar memori utama
Ø Kapasitas
o Ukuran Word : Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang instruksi
o Jumlah Word : Panjang word umumnya 8, 16, 32 bit. Memori eksternal biasanya lebih besar kapasitasnya daripada memori internal, hal ini disebabkan karena teknologi dan sifat penggunaannya yang berbeda
Ø Satuan transfer
o Word : Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang instruksi, kecuali CRAY-1 dan VAX. CRAY-1 memiliki panjang word 64 bit, memakai representasi integer 24 bit. VAX memiliki panjang instruksi yang beragam, ukuran wordnya adalah 32 bit.
o Block : jumlah bit yang dibaca atau dituliskan ke dalam memori pada suatu saat. Pada memori eksternal, tranfer data biasanya lebih besar dari suatu word
Ø Metode akses
o Sequential access : suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu
o Direct access : uatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.
o Random access : kemampuan untuk mengakses elemen pada posisi sewenang-wenang secara berurutan dalam waktu yang sama, terlepas dari ukuran urutan. Posisi adalah sewenang-wenang dalam arti bahwa hal itu tidak dapat diprediksi, sehingga penggunaan istilah "random" di "akses acak".
o Associative access : Setiap word dapat dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya. Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri. Waktu pencariannya tidak bergantung secara konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya.
Ø Kinerja
o Access Time : (waktu akses) Waktu yang dibutuhkan untuk mencari lokasi data dan mengambil data.
o Cycle Time : (waktu siklus) Waktu yang dibutuhkan memory untuk “recover” sebelum akses berikutnya. Cycle time adalah access time + recovery.
o Transfer access : (kecepatan transfer) Kecepatan perpindahan data hardware.
Ø Tipe fisik
o Semi Konduktor : RAM, Cache
o Magnetik : Disk & Tape
Ø Karakterristik
o Volatile/nonvolatile : Media penyimpanan volatile dan non-volatile
Ø Volatile memory, informasi akan hilang apabila daya listriknya dimatikan
Ø Non-volatile memory tidak hilang walau daya listriknya hilang.
Ø Memori permukaan magnetik adalah contoh no-nvolatile memory, sedangkan semikonduktor ada yang volatile dan nonvolatile.
o Eraseble/nonerasble : Media erasable dan nonerasable.
Ø Ada jenis memori semikonduktor yang tidak bisa dihapus kecuali dengan menghancurkan unit storage-nya, memori ini dikenal dengan ROM (Read Only Memory)
TULISAN
ANDROID
Pengertian Android, apa itu Android? Diantara pembaca semuanya saya yakin 90 persen lebih mengenal sistem operasi yang dibesut oleh Google ini. Karena memang saat ini Os inilah yang terbanyak dipakai oleh penduduk di seluruh dunia. Brand-brand ponsel ternama mengendalkan Os ini untuk mendongkrak penjualan ponsel mereka mulai dari Samsung, Sony, Htc, dll.
Hal ini tentu berbeda keadaanya dibanding beberapa tahun sebelumnya dimana Nokia merajai penjualan ponsel dunia dengan Os symbian yang tertanam pada ponsel-ponsel unggulannya.
Android yang dikembangkan oleh Google merupakan sistem operasi berbasis Linux buat smartphone dan tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak.
Tentu saja hal tersebut menyebabkan banyak pengembang piranti lunak yang berbondong-bondong mengembangkan aplikasinya yang berbasis Android, sehingga saat ini bila dibanding Os yang lain untuk perangkat handphone dan PC tablet, Android adalah yang mempunyai dukungan aplikasi dan game non berbayar terbanyak yang bisa diunduh oleh penggunanya melalui Google Play.
Pada bulan Oktober 2012, ada sekitar 700.000 aplikasi yang tersedia untuk Android, dan sekitar 25 juta aplikasi telah diunduh dari Google Play.
Sistem operasi Android terus mengalami perkembangan semenjak resmi dirilis pada 9 Maret 2009. Berikut adalah urutan pembaruan Android dari waktu ke waktu :
- Versi Beta : Dirilis 5 November 2007
- Android 1.0 (API level 1) : Dirilis 23 September 2008
- Android 1.1 (API level 2) : Dirilis 9 Februari 2009
- Android 1.5 Cupcake (API level 3) : Dirilis 30 April 2009
- Android 1.6 Donut (API level 4) : Dirilis 15 September 2009
- Android 2.0 Eclair (API level 5) : Dirilis 26 Oktober 2009
- Android 2.0.1 Eclair (API level 6) Dirilis 3 Desember 2009.
- Android 2.1 Eclair (API level 7) Dirilis 12 Januari 2010
- Android 2.2–2.2.3 Froyo (API level 8) Dirilis 20 Mei 2010, 18 Januari 2011, 22 Januari 2011, dan 21 November 2011
- Android 2.3–2.3.2 Gingerbread (API level 9) Dirilis 6 Desember 2010, Desember 2010, dan Januari 2011
- Android 2.3.3–2.3.7 Gingerbread (API level 10) Dirilis 9 Februari 2011, 28 April 2011, 25 Juli 2011, 2 September 2011, dan 21 September 2011
- Android 3.0 Honeycomb (API level 11) Dirilis 22 Februari 2011
- Android 3.1 Honeycomb (API level 12) Dirilis 10 Mei 2011
- Android 3.2-3.2.6 Honeycomb (API level 13) Dirilis 15 Juli 2011, 20 September 2011, 30 Agustus 2011, December 2011, Januari 2012, Februari 2012
- Android 4.0–4.0.2 Ice Cream Sandwich (API level 14) Dirilis 19 Oktober 2011, 21 Oktober 2011, 28 November 2011
- Android 4.0.3–4.0.4 Ice Cream Sandwich (API level 15) Dirilis 16 Desember 2011, 29 Maret 2012
- Android 4.1-4.1.2 Jelly Bean (API level 16) Dirilis 9 Juli 2012, 23 Juli 2012, 9 Oktober 2012
- Android 4.2-4.2.2 Jelly Bean (API level 17) Dirilis 13 November 2012, 27 November 2012, 11 Februari 2013
- Android 4.3 Jelly Bean (API level 18) Dirilis 24 Juli 2013
- Android 4.4 KitKat (API level 19) Dirilis 31 Oktober 2013
Daftar 10 aplikasi yang hanya terdapat di Android :
1. DeskSMS
2. WiFi Analyzer
3. Weather Bomb
4. Google Skymap
5. BetterBatteryStats
6. APP Lock
7. SwiftKey 3
8. Tasker
9. Friday
10. Robin
Itulah sekelumit penjelasan pengertian Android bagi yang masih bertanya-tanya apa itu Android? Semoga penjelasan yang saya jabarkan di atas bisa menambah wawasan anda dan tahu sejarah Os yang saat ini hampir menjadi os wajib bagi seluruh perangkat telepon seluler dan PC tablet
Langganan:
Postingan (Atom)


