BAB 4

BAB 4
PEMUDA DAN SOSIALISASI

-       INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
                                         
ORIENTASI MENDUA
Menurut Dr.Male adalah orientasi yang bertumpu pada harapan orang tua, masyarakat, dan bangsa yang sering bertentangan dengan ketertarikan secara loyalitas.
            PERAN MEDIA MASA
dengan demikian kesan semakin besar pesimis nya masyarakat juga tercermin pada isi media yang bercermin pada isi media yang beredar. Sementara itu masa / remaja yang merupakan periode peralihan dari masa kanak kanak menuju dewasa, di tandai dari beberapa ciri yaitu keinginan untuk memenuhi dan menyatakan identitas diri.
            PERLU DIKEMBANGKAN
            Arif gosita SH berbicara mengenai kecenderungan relasi orang tua dan remaja menyatakan KROR merupakan factor pendukung hubungan orang tua dan remaja yang edukatif. Sedangkan factor negative yang merupakan factor tidak mendukung karena bersifat destruktif dan konfrontatif.
-       PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda adalah suatu generasi yang di pundak nya di bebani bermacam macam harapan terutama dari generasi lain nya. Hali ini dapat di mengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan memperjuangkan generasi seterus nya dan melakukan pembangunan secara terus menerus.
a.      Pembinaan Dan Pengembangan Generasi Muda
pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda di tetapkan oleh mentri pendidikan dan kebudayaan dalam keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor: 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978.

b.     Masalah Dan Potensi Generasi Muda
Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul adalah sebagai berikut:
1.      Dirasa menurun nya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di masyara
masyarakat kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
2.      Kekurang pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depan nya.
3.      Belum seimbang nya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia baik formal maupun non formal.
4.      Kurang nya lapangan kerja/kesempatan kerja serta tinggi nya tingkat pengangguran/ setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan kurang nya produktivasi nasional.
5.      Kurang nya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan dan pertumbuhan badan di kalangan nya generasi muda.
6.      Masih banyak nya perkawinan di bawah umur terutama di kalangan masyarakat daerah pedesaan
7.      Meningkat nya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkotika
8.      Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generassi muda.

-       PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
a.      MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA
Jika pada abad ke 20 ini planet bumi dihuni oleh mayoritas penduduk berusia muda dengan perkiraan berusia 17 tahunan.
Pada kenyataan Negara-negara sedang berkembang masih banyak mendapat kesulitan untuk menyelenggarakan pengembangan tenaga usia muda melalui pendidikan.
Di Negara maju salah satu diantara nya adalah amerika serikat di negri ini pada umum nya para generasi muda mendapat kesempatan luas dalam mengembangkan kemampuan dan potensi ide nya.
Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi lebih banyak di arahkan dalam program studi dalam berbagai ragam pendidikan formal.
Kaum muda memang betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat bangsa oleh karena itu pembinaan dan pengembangan khusus perlu di tegaskan dan di berikan perhatian khusus.




b.     PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI
Namun demikian tidak dapat di sangkal bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan factor yang sangat berpengaruh dalam proses pembangunan.
Disinilah terletak arti penting dari pendidikan sebagai upaya untuk terciptanya kualitas sumber daya manusia sebagai pra syarat utama dalam pembangunan.
Indonesia demikan pula mengahadapi kenyataan untuk melakukan usaha keras mencerdaskan bangsa Indonesia.
Tetapi masalahpendidikan bukan masalah pendidikan formal tetapi pendidikan yang membentuk manusia untuk membangun bangsa. Dan untuk itu di perlukan kebijaksanaan terarah dan terpadu.
Sebab itu semua akan berarti belum terlepas nya bangsa Indonesia dari belenggu keterbelakangan dan kemiskinan sebagaimana diharapkan pendidikan yang dapat mengembangkan semangat, peningkatan kemampuan diri dan bangsa.
Sebagai satu bangsa yang menetapkan pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan Negara Indonesia maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan dengan dasar dan dengan tujuan menurut pancasila.
Untuk itu diperlukan adanya perubahan untuk memperdalam tentang urusan yang menyangkut persepsi, konsepsi serta norma-norma kependidikan dalam kaitan nya dengan cita-cita bermasyarakat pancasila.
Walaupun pada saat ini system pendidikan mulai di sekolah secara lebih terbuka dan memingkinkan di terapkan nya inovasi teknologi serta perkembangan ilmu modern walaupun demikian anggaran uang untuk biaya pendidikan semakin hari semakin besar .
Dalam arti ini maka pembicaraan tentang generasi muda/pemuda khususnya yang berkesempatan mengenyampendidikan tinggi menjadi penting karena berbagai alas an.
Pertama sebagai kelompok masyarakat yang telah memperoleh pendidikan terbaik mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat nya.karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran, pembicaraan serta pemikiran dalam berbagai masalah yang ada dalam masyarakat.
Sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi terpajang secara berencana di bandingkan dengan generasi muda/pemuda lain nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar